Rabu, 05 April 2017

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MTs MA'ARIF BAKALAN TAHUN AJARAN 2017/2018

Syarat Pendaftaran:
1. Foto Kopi Ijazah SD/MI dilegalisir (1 lembar)
2. Foto Kopi SKHUN SD/MI dilegalisir (1 lembar)
3. NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)
4. Foto Kopi Kartu Keluarga (1 lembar)
5. Foto Hitam Putih Ukuran 3x4 (3 lembar)
6. Foto Kopi KPS/KIP/KKS/PKH (bagi yang Punya)

Waktu & Tempat Pendaftaran:
1. Pendaftaran  mulai 1 April - 30 Juni 2017
2. Hari     : Senin - Minggu (hari Jum’at libur)
3. Waktu     : pukul 07.30 - 12.00 WIB
4. Tempat   : Panitia PPDB MTs Ma’arif Bakalan

Cara Pendaftaran:
1. Calon Peserta Didik datang ke MTs Ma’arif Bakalan dengan membawa semua persyaratan;
2. Calon Peserta Didik mengisi formulir pendaftaran ditempat pendaftaran yang telah disediakan;
3. Calon Peserta Didik menerima bukti pendaftaran dan dibawa pulang;
4. Bukti Pendaftaran dibawa saat pendaftaran ulang.

Program unggulan:
1. Pendalaman Bahasa Arab;
2. Pendalaman Kitab Kuning ;
3. Pendalaman Baca Tulis Qur’an.

Fasilitas
1. Ruang Kelas yang Nyaman
2. Ruang Laboratorium Komputer
3. Ruang Laboratorium IPA
4. Ruang Perpustakaan
5. Tempat Ibadah yang luas
6.  Lapangan Olahraga
7. Bagi yang jauh disediakan Asrama Pondok Pesantren (dan bisa sambil ngaji)
8. Beasiswa Bagi Siswa Kurang Mampu/ Berprestasi
***Beasiswa bagi siswa berprestasi***
***Bantuan Siswa Kurang Mampu***
***Dan Beasiswa lainnya***
Alamat: Dsn. Bakalan, Desa Bowongso, Kec. Kalikajar, Kab. Wonosobo
Phone : 085 291 511 893, 0852 9295 4604
Email: mtsmabakalan@yahoo.com





Jumat, 12 Desember 2014

PENANAMAN RASA MENGAKUI KELEBIHAN ORANG LAIN ( MELENYAPKAN PENYAKIT TAKABUR )

PENANAMAN RASA MENGAKUI KELEBIHAN ORANG LAIN
( MELENYAPKAN PENYAKIT TAKABUR )
Oleh : Muhamad Yusuf[1]


PENDAHULUAN
Manusia adalah puncak ciptaan tertinggi dan wakil Tuhan di bumi. Sesuatu yang membuat manusia menjadi manusia,  bukan hanya beberapa sifat atau kegiatan yang ada padanya, melainkan suatu keseluruhan susunan sebagai sifat-sifat dan kegiatan-kegiatan yang khusus dimiliki manusia saja yaitu fitrah. Fitrah membuat manusia untuk berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung kepada kebenaran  ( Hanief ). Tujuan hidup manusia adalah kebenaran yang mutlak atau kebenaran Yang Terakhir, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Fitrah merupakan bentuk keseluruhan tentang diri manusia yang secara asasi dan prinsipil membedakan dari makhluk-makhluk yang lain. Dengan memenuhi hati nurani, seseorang berada dalam fitrahnya dan menjadi manusia sejati
Secara universal manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki eksistensi ke-Insanan dan kemakhlukan yang paling bagus, mulia, pandai, dan cerdas, yang mendapat kepercayaan dari Allah untuk menjalankan dan mengembangkan titah-Nya sebagai wakil Allah di muka bumi. Manusia yang telah mencapai tingkat keimanan dan ketaqwaan yang tinggi dan sempurna maka ia memperoleh martabat dan Title yang mulia dari Tuhan, mereka itulah para Nabi, Rasul, Auliya, Abidin, Shidiqin, Arifin, Shalihin, Muhsinin, Mukminin dan sebagainya.
Derajat dan Maqam yang mulia di sisi Allah tersebut diperoleh manusia-manusia itu berkat keistiqomahan dalam melaksanakan segala perintah-Nya dan sekaligus menjauhi segala larangan-Nya. Oleh karena itu


lihat tulisan lengkapnya DISINI

[1] Penulis adalah Mahasiswa S2 UNSIQ Wonosobo

PENGAJARAN BERPROGRAM

PENGAJARAN BERPROGRAM
Oleh : Muhamad Yusuf[1]



A.    PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan elemen dasar penentu kemajuan suatu bangsa. Pengelompokan bangsa-negara bahkan seseorang ke dalam kategori maju, berkembang, terbelakang di tentukan oleh faktor pendidikan. Semakin maju pendidikan  semakin dihormati dan di hargai pula Negara- bangsa, orang tersebut dalam berbagai level percaturan local maupun global.
Perkembangan pendidikan di Idonesia sampai saat ini terus berupaya mencari dan mereformulasi struktur sistem pendidikan, kurikulum serta metode-metode pengajaran yang efektif, efisien, dengan mempertimbangkan keragaman peserta didik, lokalitas daerah, dan kebutuhan maupun tuntutan global. Sebab tanpa adanya kesadaran untuk berbenah, kemungkinan terburuk Indonesia akan terus menjadi Negara tertinggal dan gagap dalam memasuki era pasar bebas. Era pasar bebas, adalah era persaingan, hanya individu berkualitas yang mampu menjadi pemenang. Ketika manusia memasuki era millenium ketiga ini mereka akan tersegmentasi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok pemenang ( the winner ) dan kelompok pecundang (the losser ). Pendapat yang mengatakan bahwa yang kuat secara fisik yang akan memerintah dunia (survival for the fittest) telah dipatahkan , untuk


lihat tulisan lengkapnya DISINI

[1] Penulis adalah Waka Kurikulum MTs Ma’arif Bakalan Kalikajar dan Mahasiswa S2 UNSIQ

PENDIDIKAN ISLAM TRANSFORMATIF

PENDIDIKAN ISLAM TRANSFORMATIF
Oleh : Muhamad Yusuf[1]


I.       PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu kekuatan ampuh dan faktor strategis dalam membentuk serta mengembangkan budaya masyarakat, khususnya budaya yang mampu menyiapkan masyarakat dalam menghadapi transformasi dan globalisasi. Tujuan pendidikan Islam pada hakekatnya adalah membentuk peserta didik agar mampu berkembang sebagai generasi “ Khairu Ummah “ ( Beriman dan bertaqwa, dewasa dalam bersikap, mentalitas, daya pikir dan semangat hidup mandiri, kreatif, dinamis dan berakhlakul karimah. Tujuan ini sejalan dengan ajaran Islam yang memang berkepentingan munculnya manusia yang bertugas sebagai Khalifah dimuka bumi dengan tetap senantiasa menjadikan Nabi Muhammad sebagai panutan dalam hal-hal sifat kemanusiaannya.
Pendidikan merupakan hal yang paling esensial dalam kehidupan manusia sehingga peran dan fungsinya akan senantiasa tetap aktual dan dihajatkan oleh setiap

lihat tulisan lengkapnya DISINI


[1] Penulis adalah Waka Kurikulum MTs Ma’arif Bakalan dan Mahasiswa S2 UNSIQ

MENTRADISIKAN MADRASAH SEBAGAI KOMUNITAS PEMBELAJAR

MENTRADISIKAN MADRASAH
SEBAGAI KOMUNITAS PEMBELAJAR
Oleh : Muhamad Yusuf[1]

Madrasah dalam keberadaannya mengemban missi suci ( Sacred Mission ) untuk menghantarkan lahirnya manusia/anak didik seutuhnya yang mampu mengintegrasikan iman, ilmu dan amal secara menyeluruh ( QS 2: 208 ), sosok insan. ulil albab ( QS 3 : 190-191 ), sebagai calon pemimpin bangsa masa depan ( QS 2 : 30 ). Tujuan pendidikan Madrasah yang demikian paripurna ini, merupakan bentuk pancaran idealitas Islam yang mengharapkan umatnya sebagai Khairu Ummat, sebaik-baik ummat, Manusia terpilih.
Islam adalah agama yang sangat menekankan pentingnya kemerdekaan manusia dari kebodohan, kungkungan tebal kabut penyakit TBC ( Tahayul, Bidah dan Khurafat). Masyarakat yang bodoh dan tidak maju biasanya masyarakat yang masih terjebak pada ketakutan-ketakutan untuk mendobrak mitos-mitos baik mitos diri, alam, kepercayaan. Kemandekan umat Islam saat ini sebagian besar sangat dipengaruhi oleh cara pandang mereka terhadap itu semua.  
Kemiskinan, kebodohan yang saat ini menimpa sebagian umat Islam sesungguhnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai sekedar persoalan nasib atau kehendak Allah semata, namun didalamnya terlibat juga faktor kemalasan untuk berprestasi, pendidikan yang kurang bermutu, kebijakan penguasa, akses kepemilikan ekonomi dan kesempatan yang tidak merata, kondisi alam/lingkungan yang kurang merata, namun yang lebih akut adalah sebagian besar mentalitas umat Islam cenderung Jabariah, narimo ing pandum.



lihat tulisan lengkapnya DISINI

[1] Penulis adalah Waka Kurikulum MTs Ma’arif Bakalan dan Mahasiswa S2 UNSIQ

KETERKAITAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN VISI PENDIDIKAN ISLAM

KETERKAITAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK
DENGAN VISI PENDIDIKAN ISLAM
Oleh : Muhamad Yusuf[1]
                                         

I.    DASAR PEMIKIRAN
Ihtiyar untuk menuju Sistem Pendidikan yang mampu mengakomodasi beragam kemampuan, minat dan potensi murid, terus selalu diupayakan oleh Pemerintah dan pihak-pihak terkait dengan pendidikan. Rumus Try and Error untuk menemukan formula yang tepat merupakan hal yang lumrah dalam dunia akademis. Sampai pada kesimpulan sementara bahwa tidak ada sistem, metode yang benar-benar secara tunggal mampu berdiri sendiri yang dapat mengakomodasi dan mewakili beragam kemampuan murid.
Menemukan berbagai macam metode untuk mencerdaskan anak bangsa merupakan pekerjaan mulia dan bernilai ibadah, baik dalam konteks kemanusiaan maupun ilahiyah. Dengan rangsangan ini mengharapkan siapa saja untuk mau mencurahkan pikiran dan tenaga demi kebangunan sistem Pendidikan yang adiluhung.



lihat tulisan lengkapnya DISINI

[1] Penulis adalah Kepala MTs Ma’arif Bakalan kalikajar dan Ketua LP Ma’arif MWC NU Kalikajar

HATI NURANI SEBAGAI CCTV

HATI NURANI SEBAGAI CCTV
Oleh : Muhamad Yusuf[1]

Pendahuluan
Mencermati tingkah polah manusia yang ada di sekitar kita, akan banyak ragam tanggapan, komentar ataupun penilaian yang terlontar. Ada komentar yang bernada pujian ketika manusia tersebut berbuat yang terbaik bagi dirinya maupun  lingkungannya. Kita dibuat kagum dan terpesona oleh budi,  akhlak seseorang yang tiada jemu-jemu istiqomah berjalan di jalan-Nya sekaligus menampik untuk berbuat yang melanggar hukum-hukum-Nya, menyakiti maupun mencederai orang lain maupun makhluk lain. Mencuri, korupsi, membabat hutan secara serampangan, mencemari lingkungan, mengambil hak orang lain, dan perbuatan-perbuatan yang mengganggu keseimbangan kosmos adalah perbuatan

lihat tulisan lengkapnya DISINI

[1] Penulis adalah Waka Kurikulum MTs Ma’arif Bakalan dan Mahasiswa S2 UNSIQ

MENYAMBUT TAHUN BARU DENGAN KESUCIAN NURANI

MENYAMBUT TAHUN BARU DENGAN KESUCIAN NURANI
Oleh Muhamad Yusuf[1]
Tahun 2012 tidak lama lagi dalam hitungan hari akan kita tinggalkan. Untuk menyambut pergantian tahun ini setiap orang sudah sibuk jauh-jauh hari dengan berbagai rencananya. Berlibur ke Bali,  ke luar negeri dengan destination yang memanjakan  dan paket wisatanya yang tidak murah adalah contoh dari beberapa pilihan yang jamak di tuju setiap orang dalam moment- moment spesial,  atau beragam agenda menyambut tahun baru yang intinya banyak menguras energi, waktu dan biaya.
Tahun yang akan kita tinggalkan tentunya meninggalkan kenangan, harapan dan target yang sedianya akan diwujudkan pada tahun ini, sebagaimana azzam di tahun-tahun sebelumnya. target tersebut ada yang berhasil kita realisasikan namun ada juga yang belum berhasil dicapai. Sebagai manusia  tentu ada rasa sedih, kecewa atas kegagalan dalam menetapkan target pencapaian di tahun ini.Kita boleh saja bersedih karena tahun ini belum bisa membangun rumah, belum naik pangkat, belum masuk longlistsertifikasi,belum  bisa membeli ini atau itu, dan sebagainya.Tetapi kita tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan sebagaimana diatas, Sahabat Utsman r.a berkata “ bersedih dalam urusan duniawi, membuat hati menjadi gelap, sedangkan gelisah dalam urusan akhirat merupakan cahaya hati.”   Karenanya yang tidak kalah penting, dan acap kali kita kesampingkan diluar target- target pencapaianduniawi tersebut, adakah pembaharuan kualitas diri sebagai seorang manusia beragama yang punya nilai spiritual?


lihat tlisan lengkapnya DISINI

[1] Penulis adalah Kepala MTs Maarif Bakalan Kalikajar dan Dosen FITK UNSIQ Wonosobo

MENYAMBUT KONFERCAB PC NU WONOSOBO KE

NAHDLATUL ULAMA DAN RESOLUSI JIHAD JILID DUA[1]
Oleh : Muhamad Yusuf[2]

Pada hari ahad 25 Desember 2011 bertepatan 29 Muharram 1433 H, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( PC NU ) Wonosobo akan mengadakan hajatan lokal, Konpercab NU yang ke- 24. Keberhasilan PC NU mengadakan Konpercab diatas angkadua puluh empat menunjukkan bahwa keberadaan komunitas islam tradisional  wonosobo yang mendasarkan kehidupan keseharian mereka dalam tradisi Ahlussunah waljamah dan tradisi pesantren telah jauh terbentuk sebelum para kyai pengasuh pesantren mendeklarasikan berdirinyaJam’iyah Nahdlatul Ulama pada tanggal 31 Januari 1926. Sehingga ketika NU berdiri secara otomatis para kyai lokal wonosobo dengan kesadaran penuh mendirikannya di tingkat cabang sampai tingkat anak ranting dengan sengkuyungan penuh dari komunitas islam tradisional yang dalam laku kesehariannya senantiasa menempatkan kyai dan pesantren sebagai figur  panutan. Dalam perkembangannya kyai dan warga nahdliyyin ini terserap di NU baik secara formal-organisatoris ( sebagai anggota Jam’iyah ) maupun kultural-ideologis ( sebagai warga/jamaah ).


lihat tulisan lengkapnya DISINI

[1]Tulisan ini dibuat dalam rangka menyambut Konferensi Cabang  PC NU Kab Wonosobo, ahad 25 Desember 2011 bertepatan 29 Muharram 1433 H.
[2]Penulis adalah Kepala MTs Ma’arif Bakalan Kalikajar dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falaah Kalisuren Kertek

NU DAN KOMITMEN KEINDONESIAAN

NU DAN KOMITMEN KEINDONESIAAN[1]
Oleh : Muhammad Yusuf, M.PdI[2]

Sejarah Lahirnya Nahdlatul Ulama ( NU )
Nahdlatul Ulama ( NU ) merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia, dalam beberapa fase perjalanan Indonesia NU turut mengisi haru birunya perjalanan sejarah Indonesia, salah satu sebab lahirnya NU akibat dari tidak dilibatkannya KH. Wahab Hasbullah oleh kalangan Islam modernis untuk menghadiri kongres Islam di Mekah pada tahun 1926, dimana Wahab Hasbullah waktu itu mewakili ulama tradisional ingin menyampaikan keberatan-keberatan ulama kepada Raja Saud pentolan Wahabi agar tetap menghormati praktik-praktik kehidupan muslim Suni, namun dalam pertemuan di Cianjur tersebut yang terpilih adalah KH. Mas Mansoer dari Muhammadiyah dan HOS Tjokroaminoto dari SI. Atas kegagalan inilah yang kemudian menggerakkan Wahab Hasbullah untuk mengumpulkan ulama atas izin dari KH. Hasjim Asj’ari, membentuk komite Hijaz[3] untuk menghadap ke Raja Saud sebagai representasi Ulama Suni yang keberatan atas sikap Raja Saud dalam menghancurkan bangunan-bangunan Keramat yang disucikan muslim Suni. Dengan lahirnya NU, Ulama-ulama Tradisional mempunyai wadah yang sama sebagaimana Muhammadiyah.
Dalam perkembangan selanjutnya NU tampil sebagai organisasi modern dan cepat dewasa dalam menghadapi tantangan-tantangan. Sebagai sebuah organisasi sosial terbesar di Indonesia  maka tidak heran NU senatiasa mendapat cobaan, ujian maupun penggembosan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan NU besar.


Lihat tulisan lengkapnya DISINI

[1]DisampaikandalamacaraMakesta( MasaKesetiaanAnggota ) IPNU-IPPNU Ranting Kalisurentanggal 24 Desember 2011.
[2]PenulisadalahKepala MTs Ma’arifBakalanKalikajardan Alumnus PascasarjanaUnsiqWonosobo
[3]LahirnyaKomiteHijazbukansatu-satunyafaktor yang melahirkan NU.PeristiwaHijazadalahibaratpicu yang meledakkanpeluru.Disampingpicumasihadaamunisidan lain sebagainya yang menyebabkanpicuitumampumeledakkanpelurudanmenjadikanpeluruitumeluncursesuaidengansasaran yang diinginkantanpaamunisipicutidakakanberartiapa-apa. Delegasikomitehijazterdiridari KH.WahabHasbullah, penasehatSyaikhGhanaimwarga Negara Mesirdansekretaris KH. M Dachlan.

GURU MADRASAH SEBAGAI SULUH

GURU MADRASAH SEBAGAI SULUH
Oleh :Muhamad Yusuf[1]



Tidak dapat disangkal saat ini kita dihadapkan pada situasi yang tidak menentu, keadaan kehidupan bangsa Indonesia  yang masih jauh dari cita-cita ideal para pendiri bangsa ( The Founding Fathers ), yakni hadirnya masyarakat adil makmur yang diridloi Alloh ( Baldatun thoyyibatun warabbun ghafur ).

lihat tulisan lengkapnya DISINI

[1]Penulis adalah kepala MTs Ma’arif Bakalan Kalikajar dan Ketua Dewan Pakar PERGUNU MWC NU Kalikajar

Generasi MudaTirulah Nabi Muhammad Maka Engkau Akan Selamat


GenerasiMudaTirulahNabi Muhammad MakaEngkau Akan Selamat
Muhamad Yusuf, M.PdI.[1]



Generasi muda adalah asset bangsa, merekalah yang akan menggantikan generasi tua kelak dikemudian hari. Asset adalah kekayaan atau sejenis barang/ harta yang mempunyainilai.Sudah barang tentu ketika berbicara generasi muda sebagai asset bangsa juga membicarakan kelangsungan bangsa dan Negara kedepan ketika mereka ini yang menggantikan posisi generasi pendahulu diberbagai lini dan sektor pengabdian. Kegagalan dalam mendidik dan membina generasi muda dalam sistem pendidikan yang bermutu dan beradab hanya akan melahirkan generasi muda yang  tidak bermutu, tidak profesional dan tidak beretika pula.


lihat tulisan lengkapnya DISINI

[1]PenulisadalahKepala MTs Ma’arifBakalanKalikajarWonosobo.Dan Ketua LP Ma’arif MWC NU KalikajarWonosobo.

MENGGAGAS PENDIDIKAN PLURALISME

Oleh : Muhamad Yusuf[1]


I.      PENDAHULUAN
Kata pluralisme atau pluralistic yang berarti kemajemukan atau keberagaman sudah sering kita dengar dalam berbagai event, baik dalam pembicaraan santai, serius, maupun sangat serius, baik pula dalam pembicaraan internal umat beragama maupun antar umat beragama. Begitu penting dan sensitifnya isu pluralisme ini, sehingga pembicaraan dan diskusi mengenai itu senantiasa actual.

Lihat Tulisan lengkap DISINI



[1] Penulis adalah Waka Kurikulum MTs Ma’arif Bakalan dan Mahasiswa S2 UNSIQ Wonosobo

Minggu, 20 Mei 2012

Cara Mengganti Gambar Slide Template pada Blog

Cara Mengganti Gambar Slide Template pada Blog. Ada Artikel kali ini akan memposting dan memberikan tutorial pada hal tersebut diatas, karena aku melihat tutorial ini sangat mudah dan sehubungan dengan adanya pertanyaan dari salah seorang teman aku tentang bagaimana cara mengganti gambar slide template pada blog. Berhubung hari ini tidak ada kerjaan maka tidak ada salahnya aku luangkan waktu sejenak untuk memposting tutorial berikut. Namun, sebelum aku lanjutkan aku berharap agar teman aku dapat melihat postingan ini, agar dapat mengerjakan keluhannya tersebut dengan mudah.
Bagi Anda yang juga mempunyai keluhan yang sama dengan teman aku itu, Anda dapat mengikuti tutorial berikut ini.

  1. Login ke akun Blogger Anda
  2. Klik Rancangan atau Tata Letak (layout)
  3. Klik Edit HTML
  4. Tekan Ctrl + F (dimaksudkan untuk memudahkan pencarian)
  5. Ketiklah Title (nama) gambar yang akan diubah pada pencarian.
  6. Jika gambar anda mirip dengan gambar berikut serta kalimat yang ada di dalam gambar ini sama, coba ketik title berikut "This Is Featured Post 5 Title" pada kotak pencarian Anda.
  7. Setelah ketemu Anda dapat mengganti kalimat maupun gambarnya.
  8. Ganti url gambar slide template Anda dengan gambar yang Anda inginkan, cara mudah, Anda Upload terlebih dahulu gambar Anda pada website misal di Picassa, Flikr, maupun Photobucket. Selanjutnya copy url-nya dan pastekan pada url gambar yang anda temukan tadi
  9. Setelah pengeditan selesai Simpan
Catatan : 
  1. Usahakan gambar yang Anda upload sama ukurannya dengan bambar sebelumnya
  2. Untuk melihat ukuran gambar sebelumnya, Anda dapat meng-copy url gambarya dan mempastekannya di tab (jendela) baru berowser Anda.
  3. Setelah itu simpan dan lihat resolusi (ukuran) gambar tersebut.
  4. Untuk memudahkan dalam pengeditan Lihat gambar berikut. 
 
Diipkutip dari: http://www.adaartikel.co.cc

Selasa, 28 Februari 2012

makalah ilmu kalam "arti salaf dan salafus solihin"

BAB I
PENDAHULUAN


A.Latar Belakang Masalah

Orang salaf ialah kaum muslimin yang hidup semasa rasullullah saw,semasa dengan para sahabat,tabi’in dan tabi’it tabi’in.Suasana penghayatan agama pada masa salaf itu masih sangat segar, mulus,sederhana dan semangat keagamaan yang murni,sesuai dengan jiwa dan ajaran rasulullah saw
Pada abad ke IV hijriah para murid ahmad bin hambal melancarkan faham dan ajaran islam menurut keyakinan kaum salaf.Para muruid imam ahmad bin hambal itu mengatakan bahwa keyakinan yang mereka lancarkan itu adalah berdasarkan pendirian imam ahmad bin hambal.
Pada abad ke VII hijriah faham salaf ini digerakan kembali oleh ibnu taimiyah yakni lima abad setelah masa tabi’it tabi’in.Faham ibnu taimyah ini merupakan embriyo dari gerakan pembaharuan Muhammad abduh.
Oleh karena itu kami dari kelompok 7 akan membahas tentang aliran salaf ini menurut sumber yang kami dapatkan.adapun permasalahan yang timbul kami akan bahas dalam bab II.
Pada makalah ilmu kalam yang berjudul aliran ahlisunah waljamaah salaf imam ahmad bin hambal dan ibnu taimiyah ini meliputi pembahasan tentang:
a. Arti salaf dan salafus shalihin
b. Faham salaf
c. Pemikiran teologi imam ahmad bin hambal
d. Pemikiran teologi ibnu taimiah
e. Tuduhan – tuduhan terhadap ibnu taimiyah



B.Pembatasan Masalah
Agar lebih fokus dan lebih evisien dalam pembahasan ini maka kami membatasi permasalahan ini menjadi beberapa sub pokok pembahasan yang meliputi: Arti salaf dan salafus shalihin Faham salaf, Ulasan tentang biografi imam ahmad bin hambal dan ibnu taimiah, Pemikiran teologi imam ahmad bin hambal, Pemikiran teologi ibnu taimiah,
Tuduhan – tuduhan terhadap ibnu taimiyah

C.Perumusan Masalah
Dari uraian yang telah dipaparkan secara sepintas kami dari kelompol 7 dapat menguraikan perumusan masalah sebagai berikut :
a. Sejak kapan munculnya femahaman salaf ini?
b. Pemikiran apa saja yang dikemukakan oleh ibnu hambal dan ibnu taimiyah?

D.Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui kapan munculnya femikiran salaf
2. Dan untuk mengetahui secara jelas femikiran teologi imam ahmad ibnu hambal dan ibnu taimiyah

E.Metodologi Penulisan
Dalam pembahasan ilmu kalam yang berjudul aliran ahlisunah waljamaah assalaf ini,kami kelompok 7 menggunakan metode analisis deskriftif dari sumber – sumber yang kami peroleh


F.Sistematika Penulisan

Makalah ini di buat 4 bab yang masing-masing bab di lengkapi sub – sub bab dengan sistematika sebagai berkut
Bab I : pendahuluan yang menguraikan latar belakang masalah,perumusan masalah,pembatasan masalah, tujuan penulisan/pembahasan,metode
penulisan dan sitematika penulisan
Bab II : pembahasan yang menguraikan tentang Arti salaf dan salafus shalihin Faham salaf,Ulasan tentang biografi imam ahmad bin hambal dan ibnu taimiah, Pemikiran teologi imam ahmad bin hambal, Pemikiran teologi ibnu taimiah,
Tuduhan – tuduhan terhadap ibnu taimiyah
Bab IV : penutup yang menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Arti salaf dan salafus shalihin

Kata salaf dalam bahasa arab mempunyai arti yaitu yang terdahulu/meminjamkan uang kepada orang atau mendaftar tanah untuk persemian benih.
Adapun yang dimaksudkan kata salaf disini ialah arati yang pertama yakni yang erdahulu.Maksudnya orang-orang muslim terdahulu,yang semasa dengan rasulullah,para sahabat, para tabi’in dan para tabi’it tabi’in.Mereka itu adalah orang-orang yang khusudan mendalam rasa keagamaanya,karena terutama,mereka itu amat dekat pada masa nabi,atau boleh dikatakan hidup pada awal jaman islam.
Banyak sekali ragam definisi yang dikemukakan oleh para pakar diantaranya yaitu :
-Menurut Asartani ualma salaf adalah ulama yang tidak menggunakan ta’wil (dalam menafsirkan ayat-ayat mutasabihat)dan tidak menggunakan faham tasbiyah -Mahmud Al-Bisybisyi mendefinisikan salaf sebagi sebagai sahabat,tabi’in dan tabi’it tabi’in yang dapat di ketahui dari sikapnya yang nampak penafsiran yang mendalam tentang sifat-sifat Allah yang menyerupai segala sesuatu yang baru untuk mensucikan dan mengagungka-Nya

-Ibrahim Muzakir menguraikan karakteristik ulama salaf atau salafiyah sebagai berikut:
1. Mereka lebih mendahulukan riwayat naqli dari pada diroyah aqal
2. Dalam persoalan pokok –pokok agama (ushulludin)dan persoalan cabang agama(furu’ad’din) mereka hanya bertolak kepada al-kitab dan assunah
3. Mereka mengimani Allah tanpa perenunagan lebih lanjaut (tentang Dzat-Nya) dan tidak pula mempunyai faham tasbiyah
4. Mereka memahami ayat-ayat alquran sesuai dengan makna lahirnya,dan tidak berupaya untuk mentawilkanya

-Menurut Harun Nasution mengatakan secara kronoligis salafiyah bermula dari imam ahmad bin hambal,lalu, ajaranya dikembangkan oleh ibnu taimiyah.Dan dibubarkan oleh imam Muhammad bin abdul wahab
Mereka itulah yang kemudian dinamakan salafush shalihin,yang artinya “orang-orang shaleh terdahulu”


Sebagai mana rasul bersabda
“abad sebaik-baiknya adalah abadku,kemudian abad berikutnya,dam kemudian abad berikutnya”
Dan allah menegaskan tentang orang-orang islam terdahulu sebagai berikut:
“orang-orang terdahululagi pertama-tama (masuk Islam) di antara oran-orang muhajirin dan kaum anshor dan orang orang yang mengikuti mereka dengan baik,allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada allah dan allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya itulah kemenangan yang besar.(At-taubah ayat 100)
Kalau ada orang yang mengatakan “orang – orang salaf”atau kaum salaf artinya orang islam terdahulu semasa dengan rasulullah, para sahabat,tabi’in dan para tabi’it tabi’in.Ibnu taimiyah membatasi jaman salaf yaitu sejak jaman rasulullah sampai 300 Tahun Hijriah.Adapun jaman setelah 300 tahun hijriah sampai sekarang dinamakan jaman khalaf

Munculnya Femahaman Shalaf

Para pakar menguraikan awal munculnya femahaman salaf ini yaitu
Ada yang mengatakan pada abad ke IV Hijriyah,para penganut hambali melancarkan faham yang mereka katakana diambil dari faham imam ahmad bin hambal.Mereka berkata bahwa imam ahmad bin hambal inilah yang menghidupkan dan mempertahankan I’tikaf salaf itu.

Setelah abad ke IV hijriah itu faham-faham salaf tidak terdengar.Baru pada abad ke VII Hijriah muncul seorang ulama yang bernama ibnu taimiyah,yang mana dia mengeluarkan fatwa-fatwa tentang masalah ketuhanan yang dikatakanya faham salaf,faham salaf ini dikatakan ingin memurnikan ajaran islam dari unsur-unsur yang datang dari luar,yang tentu saja tidak sesuai dengan kemurnian islam
Pada abad ke XVII Masehi,munculah Muhammad bin Abdul Wahab(1703-1787 M) yang melancarkan suatu faham dan katanya,faham itu adalah faham salaf. Muhammad bin Abdul Wahab ini adalah pengikut faham ibnu taimiyah
Dan akhirnya Muhammad abduh (1849-1905 M) yang mengikuti ajaran ibnu taimiyah,ibnu qoyim al –jauziyah dan Al-Ghazalimenghidupkan kembali faham ibnu taimiyah itu.
B. FAHAM SALAF
Faham salaf yakni para sahabat,tabi’in dan tabi’it tabi’in memahami islam sebagaimana yang talah difahami dan diamalkan oleh rasulullah saw.Yakni menyerahkan diri kepada Allah dalam segala gerak-geriknya , sehingga amal perbuatan,alam fikiran nya dan syi’arnya disesuaikan dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah.Berniat sekaligus berbuat,beriman sekaligus beramal,percaya sekaligus mengamalkan.Seliruh perbuatan hidupnya di perlihatkan dalam bentuk amal perbuatan.
Dengan demikian maka iman dan amal shaleh itu berkaitan,dan berjalan bersama
Mereka yang melancarkan faham salaf pada abad ke IV Hijriyah itu menginginkan bagaimana agar umat islam kembali kepada jaman Rasulullah dan para sahabatnya
I. Femikiran Teologi Ahmad Bin Hambal
Tentang ayat-ayat mutasabihat
Dalam memahami ayat-ayat al-quran,ia lebih suka menerapkan pendekatan lafdzi(tekstual) dari pada pendekatan ta’wil terutama berkaitan dengan sifat-sifat tuhan dan ayat-ayat mutasabihat,hal itu terbukti ketika ditanya tentang surat taha yang berbunyi sebagai berikut:


Artinya
Yaitu tuhan yang maha pemurah,yang bersemayam diatas arsy
Dalam hal ini ibnu hambal menjawab “iatawa di atas arsy terserah pada Allah dan bagaimana saja dia dikehendaki dengan tiada batas dan tiada batas dan tiada seorangpun yagn sanggup menyifatinya”
Dan ketika ditanya tentang makan hadist nuzul(Tuhan turun ke langit dunia) Ru’yah (orang-orang beriman melihat Tuhan di akhirat) dan hadis tentang telapak kaki tuhan ibn hambal menjawab”kita mengimani dan membenarkan tanpa mencari penjelasan cara dan makna “
Dari pernyataan di atas,tampak bahwa ibnu hambal bersikap menyerahkan makna-makna ayat hadist mutasabihat kepada Allah dan rasul-Nya,dan menyucikan-Nya dari keserupaan denga makluk,ia sama sekali tidak mentawilkan pengertian lahirnya
Tentang status al-quran
Salah satu persoalan teologis yang di hadapi ibnu hambal,yang membuatnya di penjara beberapa kali,adalah tentang status al-quran,apakah siciptakan makhluk yang karenanya hadist baru ataukah tidak diciptakan yang karenanya qodim? Faham yang diakui oleh pemerintah yakni dinasti abasiyah dibawah pimpinan khalifah al-ma’mun,al-mu’tashim dan al-watsiq adalah faham mu’tazilah yakni alquran tidak bersifat qodim tetapi baru dan diciptakan faham adanya qodim disamping ibnu hambal tidak sependapat dengan faham tersebut diatas.
Hanya ia mengatakan bahwa al-quran tidak diciptakan hal ini sejalan dengan pola fikirnya yang menyerahkan ayat-ayat al-quran yang berhubungan dengan sifat Allah kepada Allah dan rasuln-Nya
II. Pemikiran Teologi Ibnu Taimiyah
Pemikiran ibnu taimiyah sebagai mana dikatakan oleh ibrahim mudzakir Yaitu:
a. Sangat berpegang teguh pada nas (tek al-quran dan al-hadist)
b. Tidak memberikan ruang gerak yang bebsa kepada akal
c. Berpendapat bahwa al-quran mengandung semua ilmu agama
d. Di dalam islam hanya di teladani 3 generasi saja yaitu sahabat tabi’in dan tabi’it tabi’in
e. Allah memiliki sifat yang tidak bertentangan denga tauhid dan tetap mentazimkan-Nya
Ibnu taimiya adalah seorang tektualis.Oleh sebab itu,pandanganya oleh semua madzhab hambal al-katib al-jauzi sebagai pandangan tasbih Allah,yakni menyerupakan Allah dengan makhlik-Nya,oleh karena itu al-jauzi berpendapat bahwa pengakuan ibnu taimiyah tentang salaf perlu di tinjau kembali
Di Indonesia ini ibnu taimiyah dianggap oleh sementara orang sebagai bukan termasuk golongan ahli sunah wal-jamaah,memang pendapat-pendapatnya atau fatwanya tentang pemurnian islam amat keras dan blak-blakan.ada dua masalah yang menjadi pokok masalah dari semua fatwanya itu,adalah masalah urusan syirik dan bid’ah

Ibnu taimiyah tidak pernah ragu-ragu didalam memperjuangkan pendirian ahli salaf , syirik dan bid’ah yang dibencinya itu diserang dan di berantas dalam setiap kesempatan.Musuh-musuh islam ataupun orang-orang yang sengaja atau tidak sengaja memasukan unsur-unsur luar islam digasak terus.baik orang yang memasukan kemasehian atau kemajusian ke dalam islam.apalagi aliran – aliran murji’ah khawarijiah dan lain – lain,semuanya tidak lepas dari keritikan ibnu taimiyah.
Taqlid buta pada ulama tanpa mengetahui dasar-dasar landasan hukum tidak di tolelir oleh ibnu taimiyah.demikian pula ijma-ijma ulama setempat yang pada dasarnya hanya merupakan pendapat-pendapat yang dilegalkan untuk menambah – nambah ibadah dalam islam tidak lellpas dari kritikanya.
Berkutn ini merupakan pandangan ibnu taimiyah tentang sifat-sifat Allah
A. percaya sepenuh hati terhadap sifat-sifat Allah yang ia sendiri atau rasul-Nya menyifatinya sifat-sifat yang di maksud yaitu:
a. Sifat salbiyah yaitu qidam,baqa,mukhalafatul lil hawadisi qiyamuhu binafsihi dan wahdaniyah
b. Sifat ma’ani yaitu qudrah,iradah,sama basar,hayat,ilmu,dan kalam
c. Sifat khabariah(sifat-sifat yang diterangakan Al-quran dan hadist walaupun akal bertanya-tanya tentang makna) seperti keterangan yang menyatakan bahwa Allah di langit; Allah di atas arasy;Allah turun kelangit dunia;Allah dilihat oleh orang orang shaleh kelak di surga;wajah,tangan dan mata Allah
d. Sifat dhafiyah, meng – idhofat-kan atau menyandarkan nama-nama Allah pada alam makhluk,seperti rab al-alamin khaliq al kaun dan faliw al-hubwa al nawa
B. Percaya sepenuhnya terhadap nama-nama-Nya atau Rasul-Nya sebutkan separti al-awwal, al-akhir, azh-zhair dan lain-lain
C. Menerima sepenuhnya sifat dan nama Allah tersebut dengan:
1. Tidak mengubah maknanya pada makna yang tidak dikehendaki lafaz(min Ghair tahrif)
2. Tidak menghilangkan pengertian lafaz(min gair ta’thil)
3. Tidak mnegingkari(min ghair ilhad)
4. Tidak menggambar-gambarkan bentuk tuhan,baik dalam fikiran atau hati, apalagi dengan indra (min ghair takyif at-takyif)
5. Tidak menyerupakan apalagi menyamakan sifat-sifat-Nya denga sifat-sifat makhluk-Nya (min ghair tamsil rabb alalamin).Hal ini desebabkan bahwa tiada sesuatu pun yang tidak


Bab III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Karena berbagai penyelewengan faham dalam bidang aqidah,politik,dan sedikit dalam bidang ibadah dari umat islam itulah maka timbul suatu reaksi dari ummat islam yang menolak faham-faham yagn muncul itu.Para ulama yang ingin mengembalikan keyakinan dan ajaran islam kepada jalan yang lurus sesuai dengan alquran dan assunnah,dan para ahli agama yang sejak terjadinya pertentangan – pertentangan itu tidak ikut melibatkan diri dalam arena perselisihan, karenanya mereka masih berpegang teguh kepada ajaran islam semula, mereka inilah yagn mereaksi,mereka ini melancarkan fahamnya ditengah-tengah hiruk pikuk kemelut politik dan faham – faham yang telah menyeleweng jauh itu. Maka munculah faham yang kemudian terkenal dengan nama golongan ahli sunnah wal jamaah
Kata – kata ahlusunah wal-jamaah mempunyai berbagai arti,sesuai dengan perkembangan dari sejarah arti kata tersebut.
Pertama adalah sebagai lawan dari golongan yang mementingkan tafsiran akal fikiran atau ahli ra’yu (ahli qiyas),dan mereka ini mendahulukan ra’yu atas nash hadist. Mereka ini adalah golongan irak ,kemudian golongan hijaz yang mementingkan hadist, dan golongan inilah dinamakan ahli hadist atau ahli sunnah.
Kedua adalah sebagai reaksi dari faham mu’tazilah dan faham – faham lain yang telah dijelaskan diatas. Arti kedua ini diperuntukan bagi faham asy’ariyah dan faham maturidiyah
Ketiga adalah yang berhubungan denga pembahasan ibadah dan syariah bagian ini yang menjadi pokok dan inti pembicaraan dalam buku ini,karena kebanyakan kaum muslimin Indonesia membicarakan masalah tersebut. Seseorang bahkan golongan pun dilibatkan.
Kembali pada arti yang kedua yakni tentang doktrin ahli sunnah wal jamaah dalam bidang aqidah, dan politik tidak semua benar karena faham asy’ariyah dan maturidiah yang dibanggakan dengan faham ahli sunnah wal jamaah itu tidak sesuaui denga jiwa alquran dan sunnah. Misalnya asy’ari tentang taqdir dan ikhtiar atau qhodlo dan qhodar masih cenderung kepada faham jabariyah. Dan imam maturidi dikatakan koleh para ulama tidak termasuk pemimpin atau kepala dari golongan ahlus sunnah wal jamaah
Di Indonesia masalah aqidah ramai di pertentangan walaupun tidak sehebat masalah ibadah dan syariah. Namun pada dasarnya adalah hanya kesalahan – kesalahan dalam bidang permunian aqidah yang dilancarkan oleh kaum salaf,kaum wahabiyah faham syekh Muhammad abduh,muhammda rasyid ridha dan lainya, yagn mempunyai pengaruh besar terhadap pembaharuan dan pemurnian islam di Indonesia yang di lancarkan oleh muhammadiyah persatuan islam dan irsadiyah.
Ternyata masalah sar’iyah ibadah dan aqidah yang diamalkan dan diyakini kaum salaf dan kaum pembaharu yang dituduh oleh mereka yang tidak yagn tidak menyetujui sebagai keluar dari faham ahlus sunnah wal jamaah itu tidak benar. Bila ditilik pada materi-materi masalah yang dituduhkan, dan senua dasar dan alas an diperbandingkan ,maka kaum salaf ibnu taimiyah dan kaum pembaharu tersebut mempunyai dasar dan landasan yagn kuat yaitu al-quran dan assunah.


B. Saran Saran
1.Karena masih banyak pebahasan tentang ahlus sunnah wal jamaah asalaf yang belum kami tuangkan dalam makalah ini maka seyogyanya para pembaca mengkaji dan memperdalam tentang permasalahan ini


2.karena pentingnya pembahasan ilmu kalam tentang ahlus sunnah wal jamaah asalaf maka seyogyanya kepada mahasiswa untuk mengkaji dan memperdalam dalam pembahasan ini maupun pembahasan –pembahasan yang bersangkutan dengan pembahasan ilmu kalam ini

3.dalam penusunan makalah ini kami sadari,masih banyak kekurangan –kekurangan dan kesalahan – salahan maka kami memohon kepada seluruh teman – teman khususnya dosen ilmu pendidikan untuk memberikan kritik dan saran – saran yang bersifat membangun agar terciptanya penyusunan makalah yang lebih baik lagi


DAFTAR PUSTAKA
Hasyim umar,1982 “Apakah Anda Termasuk Golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah”Malaysia:PT Bina Ilmu
Rokzak A Dr,2006”Ilmu Kalam”Bandung:Pustaka Setia

Pages

Mengenai Saya

Followers

search